6 Tips Meninggalkan Rumah Saat Berpergian


Salah satu hal yang paling menyesakkan dada di dalam hidup ini adalah saat merasa kehilangan. Yup, bagaimana pun bentuknya, kehilangan tak pernah menyenangkan, ia selalu menyisakan kesedihan bagi yang merasakannya. Apalagi dengan kejadian yang baru saja terjadi belum lama ini. Kriminalitas meningkat tajam, para perampok seakan tak takut untuk beraksi di siang hari. Dan yang lebih menakutkannya lagi, mereka tidak segan untuk bertindak anarkis ketika kepepet.

Tentunya, masyarakat sudah sangat sadar dengan risiko yang mungkin menimpa rumah mereka, misalnya kasus pencurian atau kebakaran. Karena itu, diperlukan persiapan agar rumah tetap aman dan berpergian dapat dilakukan dengan tenang. Rumah ditinggal tanpa penghuni untuk waktu yang lama tentu bukan ide yang bagus. Namun, dalam waktu-waktu penting, orang-orang harus rela membiarkan kediamannya kosong.

Jika kamu hendak melakukan perjalanan, pastikan rumah aman dari pencuri saat kamu pergi. Kamu mungkin sudah tahu untuk menghentikan pengiriman surat kabar langganan dan mengatur sistem keamanan rumah dengan menyalakan alarm. Berikut, enam tips ini bisa membuat kamu selangkah lebih maju dari para pencuri saat meninggalkan rumah.

1. Penjaga Rumah

Akan jauh lebih menenangkan bila ada orang yang bisa menjaga rumah saat bepergian. Jika ada saudara yang tak ikut dalam perjalanan kamu dan dia tinggal berdekatan dengan kamu, mintalah pada mereka untuk menunggui atau sekadar menengok rumah dalam kurun waktu tertentu. Adanya saudara tentu bisa membantu rumah tetap bersih dan membuat rumah seolah tidak berada dalam keadaan kosong.

Bila tidak ada saudara yang tinggal cukup berdekatan, cukup memberi tahu tetangga sekitar mengenai rencana Anda untuk mudik. Tetangga tentu dapat melihat dan memantau keadaan rumah sekalipun hanya dari luar. Oh ya, jangan lupa untuk berpamitan dengan tetangga. Selain untuk meminta tolong agar rumah kita dipantau, cara ini dapat mempererat hubungan sosial yang baik antar hidup bertetangga dan begitupun sebaliknya.

2. Menutup Semua Akses

Pastikan semua pintu, jendela, dan pintu gerbang dalam kondisi terkunci. Jika perlu, setiap kamar bahkan dapur pun perlu kamu kunci. Gunakan kunci yang jarang bisa diduplikat pencuri atau didobrak paksa. Usahakan jangan menggunakan gembok kecil karena amat gampang dibuka dengan teknik pencuri profesional. Sebaiknya gunakan kunci putar atau gembok ukuran besar. Boleh juga dikombinasikan dengan selot. Jika kamu punya pagar yang rawan untuk dipanjat, taruhlah benda-benda penghalang seperti kawat berduri atau pecahan kaca di atas pagar tersebut.

Agar semakin aman, siapkan kunci ganda, seperti menambahkan gembok atau perekat. Jika memiliki dana lebih, rumah dapat dipasangi CCTV di sudut-sudut yang potensial untuk dimasuki oleh orang asing.

3. Memadamkan dan Menyalakan Lampu

Lampu adalah indikator paling penting saat menentukan si pemilik ada di rumah atau tidak. Untuk itu, pastikan lampu menyala pada malam hari dan padam saat pagi hari. Lalu bagaimana untuk mensiasati ini, ketika rumah kosong. Kamu bisa mencari lampu LED otomatis yang bisa mendeteksi cahaya. Pasang lampu ini di teras, halaman, dan jalan di depan rumah. Selain itu, jika tidak memungkinkan mengganti bohlam lampu, sekali lagi minta bantuan tetangga untuk berkala memadamkan dan menyalakan lampu.

Matikan semua aliran listrik dan pastikan tidak ada kabel yang terhubung dengan stop kontak, entah itu komputer atau televisi. Selain listrik, pastikan keran air juga dalam keadaan mati. Kosongkan pula semua tempat penampungan air agar tidak menjadi sarang nyamuk. Tabung gas LPG juga harus diamankan, lepas sambungannya, dan letakkan di ruangan yang aman dan teduh.

4. Menyimpan Barang Berharga

Usahakan semua barang berharga di tempat yang aman, dapat dititipkan di bank atau pegadaian. Memindahkan sementara ke rumah saudara yang tak mudik juga bisa dilakukan untuk menjaga keamanannya. Seandainya memelihara binatang, mereka juga harus dititipkan agar tetap terurus, entah ke tetangga, saudara, atau pet shop.

5. Hati-hati Dalam Bersosial Media

Sah-sah saja update di sosial media, tetapi jangan terlalu berlebihan. Jangan menulis status yang mengabarkan bahwa semua penghuni rumah hendak keluar sehingga dapat diketahui bahwa rumah dalam keadaan sepi.

Kita seharusnya tidak boleh percaya kepada teman-teman di dunia maya yang tidak pernah berkenalan dengan kita secara langsung. Bisa saja pelaku kejahatan yang berniat buruk adalah teman-teman yang ada di sosial media tersebut. Kita harus berhati-hati dalam menulis status.

6. Tinggalkan Rumah dalam Keadaan Bersih

Halaman rumah yang dipenuhi rumput liar, kotor dan tidak terawat biasanya dianggap sebagai rumah yang kosong. Jadi, kita harus senantiasa membersihkan halaman rumah sampai bersih sebelum merencanakan keluar rumah.

Cuci semua piring dan baju kotor yang menumpuk untuk menghindari bau-bau tak sedap. Pasang tirai dan jika ingin menghindari debu, furnitur atau perabotan bisa ditutup dengan kain. Selanjutnya, potong rumput di halaman agar tak tumbuh panjang dan membuat rumah seolah tak terurus.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s