Persiapan Kembali Kerja Setelah Cuti Melahirkan Habis


Kembali bekerja setelah cuti melahirkan bukanlah hal yang mudah dilakukan. Bagi Moms yang memiliki karir di kantor, tentu sangat gelisah ketika mengetahui bahwa cuti melahirkan akan segera berakhir. Artinya Moms harus siap untuk kembali bekerja dan rela meninggalkan si kecil di rumah bersama dengan sang pengasuh atau keluarga. Hal ini tentu cukup berat, mengingat bonding antara Moms dengan bayi baru lahir sangat terasa pada fase ini.

Setelah terbiasa berada bersama bayi sepanjang hari selama beberapa bulan pertama, tuntutan untuk kembali bekerja bisa terasa bagai kejutan yang tidak mengenakkan. Banyak Moms yang mendadak berubah menjadi wanita paling cengeng sedunia pada hari-hari menjelang masuk kantor kembali. Butuh persiapan matang sebelum kembali ke kantor agar Moms tidak merasa bersalah telah meninggalkan bayi saat di kantor dan Moms dapat menyelesaikan pekerjaan Ibu dengan baik.

Berikut beberapa tips yang dapat membantu Moms untuk mempersiapkan diri dalam masa transisi sebelum kembali bekerja.

1. Mempersiapkan Diri dan Mintalah Dukungan Suami dan Keluarga

Hal pertama dan utama yang harus Moms lakukan adalah mempersiapkan diri sebaik dan sematang mungkin untuk kembali ke kantor. Persiapan ini bekaitan dengan fisik dan juga mental. Jika selama ini Moms masih bisa berleha-leha di rumah ditemani si kecil, namun beberapa hari ke depan Moms sudah harus siap untuk pergi kerja pada pagi hari. Jika fisik dan mental tidak disiapkan jauh-jauh hari, maka Moms akan mengalami kesulitan dalam menemukan semangat bekerja kembali.

Selain persiapan diri, Moms juga harus mendapatkan dukungan dari semua pihak sebelum mulai bekerja. Dukungan dari suami, orang tua, teman dan rekan kerja akan menguatkan Moms meninggalkan si kecil sehingga Moms akan tenang saat bekerja. Pemahaman tentang status baru Moms dari orang sekitar dapat sangat membantu Moms untuk menyesuaikan diri dengan kondisi Moms sekarang. Dan pastikan juga bahwa si kecil ada yang menjaga dan merawat pada saat Moms pergi bekerja.

2. Mempersiapkan Kebutuhan Bayi

Meninggalkan bayi dalam usia yang masih sangat kecil butuh persiapan yang banyak agar semua kebutuhan bayi Moms terpenuhi, terutama bagi Moms yang ingin memberikan ASI eksklusif untuk bayi Moms. Jangan sampai kembali ke kantor justru mengacaukan rencana Moms untuk memberikan ASI eksklusif. Moms dapat memerah ASI Moms dan menyimpannya di kulkas sebagai persediaan ketika Moms berada di kantor. Untuk itu Moms harus menyiapkan alat pompa ASI dan kantong/botol ASI sebelum Moms kembali bekerja. Ketika Moms sudah bekerja, usahakan susui bayi Moms sebisa mungkin pada saat Moms di rumah, walaupun hanya dalam waktu singkat.

3. Melatih Bayi Minum ASI Perah

Dua minggu atau 1 bulan sebelum Moms kembali bekerja sebaiknya sudah melatih dan membiasakan si kecil untuk minum ASI perah dengan media apapun. Ketika bayi tidur dan payudara terasa membengkak, segera perahlah payudara lalu simpan ASI perah di kulkas. Esok siangnya berikan pada bayi. Untuk itu Anda harus menyiapkan alat pompa ASI dan kantong/botol ASI sebelum Anda kembali bekerja. Pilih media yang tak membuat bayi bingung puting, seperti memberikan ASI perah dengan menggunakan sendok maupun pipet.

Ajarkan pengasuh untuk memberikan ASI tersebut agar si kecil terbiasa dan tak rewel saat ditinggal. Kalau bisa membeli beberapa bentuk botol yang menyerupai puting Moms. Agar bayi mudah dan mau minum ASI/sufor dari botol. Tekankan pada pengasuh soal pemberian ASI eksklusif (ini berarti bayi tidak boleh mendapatkan susu formula/makanan apa pun selain ASI). Jika yang mengasuh si kecil adalah orangtua sendiri atau mertua yang pengetahuan akan ASI eksklusif masih terbatas, jelaskanlah secara baik-baik. Ketika Anda sudah bekerja, usahakan susui bayi Anda sebisa mungkin pada saat Anda di rumah, walaupun hanya dalam waktu singkat.

4. Belajar Ditinggal Moms

Hal ini perlu dilatih minimal satu minggu sebelum hari-H. Saat itu Moms harus bisa meyakinkan si kecil bahwa Moms akan kembali dan akan bersamanya seusai bepergian. Kondisi ini juga memungkinkan bayi untuk lebih dekat dan berlama-lama dengan orang yang mengasuhnya selama Moms bekerja kelak. Cukup ucapkan salam sambil menciumnya. Kalau si kecil menangis, jangan ikut larut dengannya (dengan menunggunya tenang baru pergi, misalnya). Perbuatan seperti itu justru tidak mendidik dan si kecil akan lebih sulit untuk ditinggal bekerja.

5. Komunikasi

Mulai sekarang, Moms sebaiknya menjalin komunikasi yang baik dan lancar dengan orang rumah termasuk pada pengasuh bayi. Si kecil mungkin akan ditemani oleh nenek atau baby sitter, maka Moms sebisa mungkin menjaga komunikasi yang baik terkait dengan perkembangan si kecil saat ditinggal di kantor. Dengan komunikasi yang lancar, Moms akan memiliki kepercayaan yang tinggi meskipun si kecil jauh dari jangkauan.

6. Berbicara Tentang Si Kecil

Banyak perempuan takut membicarakan bayinya di tempat kerja, sebab orang akan menganggap bahwa ia berharap berada di rumah, bukan sedang bekerja. Tetapi jika merasa bahwa rekan kerja sedang tidak dapat diajak membicarakan hal itu, simpanlah cerita bayi Anda untuk diri sendiri.

Berbicara tentang bayi dapat membangun hubungan dengan orang lain di tempat kerja. Orang-orang membicarakan kehidupan pribadinya sepanjang waktu di tempat kerja, sehingga wajar jika sesekali berbicara mengenai anak-anak.

7. Abaikan Komentar Miring

Orang bisa mengatakan secara terang-terangan atau diam-diam mengenai perubahan kinerja perempuan yang baru melahirkan. Mengingat kita hidup di lingkungan sosial dengan berbagai latar belakang karakter, wajar rasanya kalau kita menjumpai segelintir orang yang bisa membuat kita nggak nyaman. Orang-orang seperti ini memang bisa muncul kapan saja, di mana pun dan bisa menebarkan aura negatif yang melemahkan. Mau dihindari? Ya, nggak mungkin, ya… kita kan memang tidak bisa mengontrol kalimat yang akan diucapkan seseorang. Jadi, lebih baik abaikan saja omongan-omongan orang itu. Walau pun kesal, komentar mereka nggak perlu kita tanggapi secara serius. Bukannya menemukan kesamaan pola pikir, percakapan jutsru bisa berputar-putar.

8. Bekerja Efektif & Mengatur Waktu dengan Baik

Ada banyak sekali keuntungan menjadi seorang pribadi yang efektif. Sebanyak apapun pekerjaan Moms akan dapat terselesaikan tepat waktu jika Moms bekerja dengan efektif. Moms harus tau apa yang akan Moms kerjakan selanjutnya, belajarlah menyusun skala prioritas, jangan ikut terpengaruh dengan kondisi kerja yang padat dan menumpuk. Jangan bekerja dengan panik.

Selain itu, usahakan agar waktu tidur Moms cukup. Salah satu masalah ketika kembali bekerja lagi setelah cuti melahirkan adalah Moms merasa sangat lelah. Oleh karena itu, Moms harus tidur yang cukup sebelum Moms mulai bekerja. Jangan tidur larut malam jika besok Moms harus bangun lebih awal. Usahakan untuk tidur 7-9 jam per malam jika memungkinkan.

Semua akan baik-baik saja ketika Moms yakin bahwa segalanya akan berjalan lancar meskipun Moms tak di rumah. Meskipun demikian, Moms tetap harus mengatur waktu dengan baik dan bijaksana, agar tetap seimbang antara waktu kerja dengan waktu keluarga. Moms pun bisa menjalankan kehidupan karir dan keluarga dengan lancar tanpa hambatan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s