Menerima Pasangan Kita dengan Semua ‘Kekurangannya’


Biasanya dalam menjalani sebuah hubungan kita mempunyai harapan yang tinggi. Kita cenderung mengibaratkan pasangan kita nantinya seperti pangeran tampan atau putri yang paling sempurna dan mengenyampingkan kekurangan yang setiap orang miliki. Dan memang kenapa tidak? Sangatlah mungkin dalam memasuki sebuah hubungan baru kita mempunyai harapan bahwa ini akan berjalan dengan sangat baik atau setidaknya jauh lebih baik dari hubungan yang sebelumnya.

Tetapi masalahnya di dunia ini tidak ada yang sempurna, bahkan pasangan yang sangat kompatibel sekalipun (termasuk kamu). Dan ketika harapan kamu menjadi tidak realistis, maka lambat laun pasangan kamu pun terlihat mengecewakan. Mereka tidak akan mampu menghindari kesalahan yang mungkin terjadi dalam menjalani hubungan, dan dari sanalah semua impian tentang hubungan yang indah seperti di dongeng hancur.

Kunci dalam hubungan jangka panjang adalah belajar untuk menerima pasangan kita dengan “Semua Kekurangannya”.

Mencuri dari bisnis properti, ketika pembeli sudah setuju untuk membeli sebuah rumah dengan semua cacat/kerusakan yang ada di rumah tersebut. Demikan pula dengan mamasuki sebuah hubungan kita menyadari bahwa kita akan menerima pasangan kita dengan “Dengan Semua Kesalahannya”.

Semua umat manusia di bumi ini pasti mempunyai kesalahan, bahkan biksu Dalai Lama maupun Mother Therese juga pasti punya kesalahan dalam hidupnya termasuk kamu. Mungkin sekarang pasangan kamu menilai kamu tidak sempurna begitupun sebaliknya juga kamu. Tetapi kita tetap bekerjasama dalam membangun dan menjalani hubungan rumah tangga ini agar tetap berjalan dan berhasil nantinya sampai maut memisahkan.

“God, grant me the serenity to accept the things I cannot change, the courage to change the things I can, and the wisdom to know the difference.

Kata-kata diatas cukup untuk menguatkan kita dalam menjalani sebuah hubungan bahwa kita tidak bisa mengubah watak seseorang, melainkan menerima bahwa setiap orang itu berbeda-beda. Memang baik menjadi orang yang idealis tetapi mempunyai harapan tinggi seperti Titanic, akan membuat kamu menabrak bongkahan es dan menenggalamkan seluruh hubungan kamu.

Untuk masuk ke dalam sebuah hubungan kamu harus menjadi seseorang yang optimis. Untuk bertahan dan menikmati hubungan kamu harus realistis. Menjaga harapan kamu terhadap pasangan lebih rendah dari yang kamu pikirkan, kamu tidak akan kecewa.

Ingat, tidak ada Princess atau Prince Charming sepanjang waktu. Hubungan kamu tidak dapat selalu sempurna. Tapi kamu bisa menikmati dan merayakan ini bersama orang lain selama bertahun-tahun lamanya dan bahagia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s