3 Langkah Menuju Kreativitas


Menurut Loretta Walder. Phd, seorang pakar psikoterapis asal New York, jika anda mengira bahwa kraetivitas adalah sesuatu yang sudah ada dalam diri seseorang sejak lahir (bawaan), maka anda percaya suatu mitos belaka. Sejauh ini ilmu psikologi dan psikoterapi belum dapat membuktikan bahwa kreativitas adalah sesuatu yang sudah ada sejak lahir (terberi/bakat). Malah, itu merupakan suatu ketrampilan yang dapat dipelajari.

Para psikolog mengakui bahwa orang-orang yang paling kreatif pun seringkali mengalami ‘hambatan’ mental. Dalam kondisi demikian, mereka jadi begitu yakin bahwa tidak mungkin lagi dapat melahirkan gagasan atau ide-ide orisinal, juga tidak akan mungkin menghadapi situasi dihadapannya dengan gaya segar.

Pakar dalam ilmu psikoterapi memang belum mampu merumuskan secara pasti kiat-kiat paten mengenai hal-hal apa saja yang perlu diasah demi menajamkan keterampilan tersebut.  Namun sudah dapat dicirikan beberapa karakteristik tertentu yang selalu dimiliki manusia kreatif, yang dapat dipelajari oleh siapa saja. Hal-hal demikian termasuk melatih kemandirian, perasaan intuitif dan sikap mudah menerima kekurangan diri. Penelitian mutakhir ilmu psikologi, misalnya mengungkapkan bahwa orang-orang yang paling kreatif sedikit memperdulikan apa yang dikatakan orang lain mengenai dirinya (cuek), dengan sikap seperti itu mereka lebih mungkin meraih apa yang diinginkan –  bahkan dalam hal asmara.

Ada tiga hal pokok yang perlu diperhatikan untuk menjadi manusia kreatif :

Pertama, mampu mendayagunakan ilmu yang sudah diserap dari pendidikan formal untuk disinergikan dengan pekerjaan yang tengah dihadapi, meski bidang keduanya menyimpang jauh (tidak berhubungan). Positive thinking dalam segala keadaan, sehingga dapat melahirkan inovasi baru.

Kedua, selalu bersiap diri (sigap) begitu kreasi-kreasi baru bermunculan dikepala, sebab ide cemerlang kadang datang disaat situasi tidak tepat. Maka perlu diingat bahwa inspirasi sesaat atau gagasan cemerlang –  yang selama ini kita kaitkan dengan kreativitas  – ternyata sering membutuhkan waktu pengendapan yang lama sebelum muncul menjadi suatu kreasi.

Ketiga, bersiap untuk menghadapi ‘penghancur kreativitas’. Yaitu ketakutan bahwa kita akan salah langkah dan mempermalukan diri pribadi. Ingatlah para pembuat sejarah atau penemu gagasan cemerlang, semuanya berani mengambil sikap ‘lain dari yang lain’. Banyak yang dicemooh sebelum gagasannya diterima luas.

Ikan yang sehat adalah ikan yang melawan arus, demikian sang bijak berkata.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s